Minggu, 14 Juni 2015

Tittle-Tattle

AR-RISALAH
TITTLE-TATTLE

Tittle-Tattle alias ghibah, ngegosip, ngegunjing atau istilah panjangnya ngomongin hal-hal negatif, yang kadang benar kadang salah, mengenai orang lain. Asyik? Pweeh.. serasa ngga ada habisnya! Di ulang-ulang pun tetep aja enak kaya dengerin lagu favorit. Nggak nyadar kalau ngegosip itu buruk? Nyadar sih, kadang, seringnya … tau sendirilah…

Hukum ghibah atau ngomongin keburukan orang lain sudah jelas. Haram dan dosa besar. Seharam apa dan sebesar apa dosanya? Persis seperti kamu mengiris telinga, atau daging tangan seseorang yang kamu gunjing, dikasih kecap ma saos, panggang sebentar trus dimakan deh bareng temen-temen sepergunjingan. Enak? Blwehh..

Tapi ada hal lain yang patut kamu waspadai mengenai ghibah yaitu bahwa ghibah itu bergilir. Bergilir?piala? benar, bergilir. Saat ini kamu asyik ngomongin kejelekan orang baik yang sudah pasti atau belum, lain waktu, kejelekanmulah yang bakal jadi sajian di majelis yang tentunya kamu absen di dalamnya.
Percaya karma? Muslim tidak mengenal karma tapi kenal hadits “kama tadiinu tudaanu”, seperti apa kamu memperlakukan, seperti itu kamu akan diperlakukan. Dan ini bukan skenario takdir yang rumit. Apa kamu pikir, kamu dan kawan-kawanmu satu majelis ghibah itu bakal pilih-pilih siapa yang bakal dipotong telinganya lalu dibuat pesta? Atau menyepakati satu hal: satu majelis ghibah gak saling menggunjing? Tidak, semua akan jadi mangsa termasuk kamu, suatu saat.

Maka hindarilah ghibah dan jauhi sejauh-jauhnya penggemar ghibah. Dihadapanmu, penggemar ghibah akan memangsa daging orang lain, dan saat tak bersamamu, ia akan memangsa dagingmu bersama orang lain.
Jauhi ghibah. Kamu masih muda, jangan biarkan lembar catatan amal mudamu dikotori oleh dosa besar yang menjadi kebiasaan ibu-ibu arisan. Gengsilah sama malaikat.

Ramadhan time to change

Assalamu’alaikum wr.wb

Bagaimana kabarnya teman-teman ? afwan nih baru kasih kabar lagi, karena saya baru saja selesai UN dan Alhamdulillah lulus.
Oiyah temen-temen suka baca majalah gak nih ? salah satunya majalah Ar-Risalah, nah kalau aku suka banget baca majalah ini, dan ada satu edisi majalah yang akan saya beritahu untuk teman-teman semua, selamat membaca yahh J

From : Ar-Risalah

RAMADHAN TIME TO CHANGE

Ketika teman-teman di facebook dan whatsapp mulai mengingatkan kita untuk mempersiapkan diri menyambut ramadhan, banyak hal yang segera terbesit di pikiran kita. Tentang mengoptimalkan waktu dengan membaca al-Qur’an, memperbanyak shalat sunnah, mengurangi tidur, dan aneka ketaatan lainnya.
Itu adalah situasi yang sebagian besar kita alami. Kita memulai setiap ramadhan dengan penuh niat baik, penuh rencana, penuh tujuan yang ingin di capai. Ketika masuk bulan ramadhan, sabuk pengaman segera kita pasang dan pedal gas kita tekan kuat-kuat. Yang sebelumnya bisa berlari dengan kecepatan 60 km/jam digeber menjadi 120 km/jam. Akhirnya setelah memasuki beberapa hari ramadhan, energy kita perlahan habis.
Aktivitas mulai melambat, bahkan tak sedikit yang kemudian macet, berhenti.

Nah, bagaimana bila kita melakukan hal-hal yang berbeda tahun ini ? bagaimana jika kita membuat keputusan sadar agar tidak capek dan jatuh ? untuk melihat bulan Ramadhan itu sendiri sebagai tempat latihan sehingga setelahnya kita sudah terbiasa berlari cepat.
Untuk menggunakan bulan Ramadhan sebagai waktu bertumbuh, untuk transformasi dalam jangka panjang.
Hal yang akan kita bahas bukanlah hal baru. Yang pasti kita semua berharap ada perubahan positif selama bulan ramadhan. Tapi yang coba kita lakukan tahun ini adalah mengambil pendekatan jangka pendek untuk ibadah kita di bulan ramadhan.

Apa yang akan kita lakukan selama bulan ramadhan dan bisa berlanjut setelahnya ? dapatkah kita membuat rencana yang realistis yang memungkinkan kita tetap terhubung dengan Al-Qur’an sepanjang tahun ? intinya, kita menanam benih di bulan ramadhan yang akan berkembang serta berbuah di bulan-bulan ramadhan setelahnya.

1.  1.   INTROPEKSI
Ini adalah langkah pertama. Mencari jauh dalam diri kita dengan penuh cinta dan kejujuran dan memutuskan bagian mana yang ingin kita ubah. Kita cari tahu kelemahan dan kekuatan, dimana kita perlu membuat perubahan, dan bagian mana yang perlu kita dorong lebih keras. Jadi, ini adalah waktu untuk melihat ke dalam, tanpa rasa takut, dan berani untuk mempertimbangkan perubahan.
Sifat buruk yang kita lakukan berulang kali selama bertahun-tahun mungkin telah berubah menjadi kebiasaan. Ini sering menjadi bagian yang paling sulit diubah karena ia telah menyatu dan menjadi karakter.
Mungkin kita sering terlambat, sering ngomong kasar, suka menunda, atau tidak peduli dengan orang lain. Kita perlu bertanya pada diri sendiri apakah sifat tersebut yang akan kita persembahkan dan banggakan pada Allah ? Bila tidak, saatnya untuk berubah.

2.    2VISI
Kita perlu membuat gambaran tentang perubahan seperti apa yang kita harapkan. Gambaran ini perlu agar kita bisa menyusun langkah konkrit untuk menuju ke sana.
Misalnya kita ingin berhasil menghafal Al-Qur’an secara sempurna dan berprestasi di sekolah maka kita akan menghabiskan sedikit waktu di media sosial dan mengurangi jam bermain.
Selain itu berdoalah kepada Allah agar Dia memudahkan visi kita bila itu baik bagi dunia dan akhirat.

3.    3ORGANISASI
Ada banyak rujukan yang bisa kita pakai untuk membantu kita berubah di bulan ramadhan, tapi yang terpenting adalah kita melakukan secara teratur. Buatlah daftar apa yang ingin kita capai, apa tujuan kita, dan tuliskan bagaimana langkah kita untuk mencapai  tujuan tersebut.
Misalnya kita ingin menghatamkan al-Qur’an dalam satu bulan maka bagaimana agar hal tersebut bisa terwujud. Kita bisa memilih membaca empat halaman setiap selesai shalat atau membaca satu juz ketika shalat tarawih di rumah. Pikirkanlah hal itu dan lakukanlah secara teratur.
Dengan ini mudah-mudahan kita tidak mengulangi apa yang sudah-sudah sehingga ramadhan kali ini benar-benar menjadi katalisator perubahan seumur hidup. Seperti ketika kita mengikuti program diet atau terapi kesehatan, tentu tujuannya bukan sekedar untuk menghilangkan beberapa ons lemak dalam tubuh, tapi lebih dari itu kita bisa sehat sepanjang hidup.

Ayo kita jadikan bulan ramadhan ini sebagai waktu pelatihan. Jangan menyerah dan jangan menunda lagi. Teruslah berjuang, melatih diri untuk tantangan yang akan datang, pastikan bahwa akan ada perubahan kearah kebaikan setelah ramadhan berakhir.


Jazakumullah khairan katshiran

Wassalamu’alaikum wr.wb