Assalamu’alaikum
wr.wb
Bagaimana
kabarnya teman-teman ? afwan nih baru kasih kabar lagi, karena saya baru saja
selesai UN dan Alhamdulillah lulus.
Oiyah
temen-temen suka baca majalah gak nih ? salah satunya majalah Ar-Risalah, nah
kalau aku suka banget baca majalah ini, dan ada satu edisi majalah yang akan
saya beritahu untuk teman-teman semua, selamat membaca yahh J
From : Ar-Risalah
RAMADHAN TIME TO CHANGE
Ketika
teman-teman di facebook dan whatsapp mulai mengingatkan kita untuk
mempersiapkan diri menyambut ramadhan, banyak hal yang segera terbesit di
pikiran kita. Tentang mengoptimalkan waktu dengan membaca al-Qur’an,
memperbanyak shalat sunnah, mengurangi tidur, dan aneka ketaatan lainnya.
Itu
adalah situasi yang sebagian besar kita alami. Kita memulai setiap ramadhan
dengan penuh niat baik, penuh rencana, penuh tujuan yang ingin di capai. Ketika
masuk bulan ramadhan, sabuk pengaman segera kita pasang dan pedal gas kita
tekan kuat-kuat. Yang sebelumnya bisa berlari dengan kecepatan 60 km/jam
digeber menjadi 120 km/jam. Akhirnya setelah memasuki beberapa hari ramadhan,
energy kita perlahan habis.
Aktivitas
mulai melambat, bahkan tak sedikit yang kemudian macet, berhenti.
Nah,
bagaimana bila kita melakukan hal-hal yang berbeda tahun ini ? bagaimana jika
kita membuat keputusan sadar agar tidak capek dan jatuh ? untuk melihat bulan Ramadhan
itu sendiri sebagai tempat latihan sehingga setelahnya kita sudah terbiasa
berlari cepat.
Untuk
menggunakan bulan Ramadhan sebagai waktu bertumbuh, untuk transformasi dalam
jangka panjang.
Hal
yang akan kita bahas bukanlah hal baru. Yang pasti kita semua berharap ada
perubahan positif selama bulan ramadhan. Tapi yang coba kita lakukan tahun ini
adalah mengambil pendekatan jangka pendek untuk ibadah kita di bulan ramadhan.
Apa
yang akan kita lakukan selama bulan ramadhan dan bisa berlanjut setelahnya ?
dapatkah kita membuat rencana yang realistis yang memungkinkan kita tetap
terhubung dengan Al-Qur’an sepanjang tahun ? intinya, kita menanam benih di
bulan ramadhan yang akan berkembang serta berbuah di bulan-bulan ramadhan
setelahnya.
1. 1. INTROPEKSI
Ini adalah langkah pertama. Mencari jauh
dalam diri kita dengan penuh cinta dan kejujuran dan memutuskan bagian mana
yang ingin kita ubah. Kita cari tahu kelemahan dan kekuatan, dimana kita perlu
membuat perubahan, dan bagian mana yang perlu kita dorong lebih keras. Jadi,
ini adalah waktu untuk melihat ke dalam, tanpa rasa takut, dan berani untuk
mempertimbangkan perubahan.
Sifat buruk yang kita lakukan berulang kali
selama bertahun-tahun mungkin telah berubah menjadi kebiasaan. Ini sering
menjadi bagian yang paling sulit diubah karena ia telah menyatu dan menjadi
karakter.
Mungkin kita sering terlambat, sering ngomong
kasar, suka menunda, atau tidak peduli dengan orang lain. Kita perlu bertanya
pada diri sendiri apakah sifat tersebut yang akan kita persembahkan dan
banggakan pada Allah ? Bila tidak, saatnya untuk berubah.
2. 2. VISI
Kita perlu membuat gambaran tentang perubahan
seperti apa yang kita harapkan. Gambaran ini perlu agar kita bisa menyusun
langkah konkrit untuk menuju ke sana.
Misalnya kita ingin berhasil menghafal
Al-Qur’an secara sempurna dan berprestasi di sekolah maka kita akan
menghabiskan sedikit waktu di media sosial dan mengurangi jam bermain.
Selain itu berdoalah kepada Allah agar Dia
memudahkan visi kita bila itu baik bagi dunia dan akhirat.
3. 3. ORGANISASI
Ada banyak rujukan yang bisa kita pakai untuk
membantu kita berubah di bulan ramadhan, tapi yang terpenting adalah kita
melakukan secara teratur. Buatlah daftar apa yang ingin kita capai, apa tujuan
kita, dan tuliskan bagaimana langkah kita untuk mencapai tujuan tersebut.
Misalnya kita ingin menghatamkan al-Qur’an
dalam satu bulan maka bagaimana agar hal tersebut bisa terwujud. Kita bisa
memilih membaca empat halaman setiap selesai shalat atau membaca satu juz
ketika shalat tarawih di rumah. Pikirkanlah hal itu dan lakukanlah secara
teratur.
Dengan ini mudah-mudahan kita tidak
mengulangi apa yang sudah-sudah sehingga ramadhan kali ini benar-benar menjadi
katalisator perubahan seumur hidup. Seperti ketika kita mengikuti program diet
atau terapi kesehatan, tentu tujuannya bukan sekedar untuk menghilangkan
beberapa ons lemak dalam tubuh, tapi lebih dari itu kita bisa sehat sepanjang
hidup.
Ayo kita jadikan bulan ramadhan ini sebagai
waktu pelatihan. Jangan menyerah dan jangan menunda lagi. Teruslah berjuang,
melatih diri untuk tantangan yang akan datang, pastikan bahwa akan ada
perubahan kearah kebaikan setelah ramadhan berakhir.
Jazakumullah khairan katshiran
Wassalamu’alaikum wr.wb
azizah ya ampun!
BalasHapusAda apa ananda dita ?
BalasHapus