AR-RISALAH
TITTLE-TATTLE
Tittle-Tattle alias ghibah, ngegosip, ngegunjing atau
istilah panjangnya ngomongin hal-hal negatif, yang kadang benar kadang salah,
mengenai orang lain. Asyik? Pweeh.. serasa ngga ada habisnya! Di ulang-ulang
pun tetep aja enak kaya dengerin lagu favorit. Nggak nyadar kalau ngegosip itu
buruk? Nyadar sih, kadang, seringnya … tau sendirilah…
Hukum ghibah atau ngomongin keburukan orang lain sudah
jelas. Haram dan dosa besar. Seharam apa dan sebesar apa dosanya? Persis
seperti kamu mengiris telinga, atau daging tangan seseorang yang kamu gunjing,
dikasih kecap ma saos, panggang sebentar trus dimakan deh bareng temen-temen
sepergunjingan. Enak? Blwehh..
Tapi ada hal lain yang patut kamu waspadai mengenai
ghibah yaitu bahwa ghibah itu bergilir. Bergilir?piala? benar, bergilir. Saat
ini kamu asyik ngomongin kejelekan orang baik yang sudah pasti atau belum, lain
waktu, kejelekanmulah yang bakal jadi sajian di majelis yang tentunya kamu
absen di dalamnya.
Percaya karma? Muslim tidak mengenal karma tapi kenal
hadits “kama tadiinu tudaanu”, seperti apa kamu memperlakukan, seperti itu kamu
akan diperlakukan. Dan ini bukan skenario takdir yang rumit. Apa kamu pikir,
kamu dan kawan-kawanmu satu majelis ghibah itu bakal pilih-pilih siapa yang bakal
dipotong telinganya lalu dibuat pesta? Atau menyepakati satu hal: satu majelis
ghibah gak saling menggunjing? Tidak, semua akan jadi mangsa termasuk kamu,
suatu saat.
Maka hindarilah ghibah dan jauhi sejauh-jauhnya penggemar
ghibah. Dihadapanmu, penggemar ghibah akan memangsa daging orang lain, dan saat
tak bersamamu, ia akan memangsa dagingmu bersama orang lain.
Jauhi ghibah. Kamu masih muda, jangan biarkan lembar
catatan amal mudamu dikotori oleh dosa besar yang menjadi kebiasaan ibu-ibu
arisan. Gengsilah sama malaikat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar