Minggu, 29 Maret 2015

AR-RISALAH

From :
Ar-Risalah

Lupa
Nikmat Allah yang sering terlupa

Siapa yang tak pernah lupa. Saya, anda, atau siapapun pasti pernah lupa. Hanya kadarnya saja yang berbeda. Ada yang sangat pelupa, hingga sulit mengingat. Ada pula yang ingatannya tajam, sehingga sulit lupa.

Sering kali menyesali sifat lupa, hanya karena sedikit kerugian yang diakibatkannya. Kita juga kerap menganggap sifat lupa sebagai pangkal kebodohan, dan sebaliknya sifat ingat sebagai bukti kecerdesan. Orang yang mudah menghafal dianggap sebagai orang yang sangat cerdas. Sebaliknya orang yng mudah lupa dicap sebagai orang bodoh dan ceroboh.
Padahal, andai kita mau merenung sejenak, kita akan menemukan bahwa sifat lupa adalah nikmat yang menakjubkan dari Allah. Sama seperti sifat ingat yang ada pada kita. Bayangkan andai saja Allah tak memberi sifat lupa, maka kita tak akan mampu melupakan setiap kejadian yang kita alami sepanjang hidup. Kita akan terus ingat bagaimana kita menjalani masa kecil.

Setiap kejadian yang menggembirakan  dan menyedihkan, setiap orang yang kita temui, setiap tempat yang kita lewati dan kita tinggali. Semuanya akan membekas jelas dalam ingatan kita. Karena tidak ada sifat lupa dalam diri kita. Mungkin, hidup kita akan semakin berat.

Alhamdulillah, Allah memberikan kita sifat lupa. Sehingga kita dapat melupakan setiap kejadian menyedihkan dalam hidup kita. Melupakan kesalahan orang lain kepada kita, sehingga kita mudah memaafkan mereka. Melupakan amal kebaikan yang kita lakukan, sehingga kita tetap bisa ikhlas dan tidak riya. Dan juga, kita tidak terbebani dosa, ketika kita melakukan kesalahan karena lupa.


“Maka nikmat manakah yang engkau dustakan?.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar