From :
Ar-Risalah
Lupa
Nikmat Allah yang sering terlupa
Siapa yang tak pernah lupa. Saya,
anda, atau siapapun pasti pernah lupa. Hanya kadarnya saja yang berbeda. Ada
yang sangat pelupa, hingga sulit mengingat. Ada pula yang ingatannya tajam,
sehingga sulit lupa.
Sering kali menyesali sifat lupa,
hanya karena sedikit kerugian yang diakibatkannya. Kita juga kerap menganggap
sifat lupa sebagai pangkal kebodohan, dan sebaliknya sifat ingat sebagai bukti
kecerdesan. Orang yang mudah menghafal dianggap sebagai orang yang sangat
cerdas. Sebaliknya orang yng mudah lupa dicap sebagai orang bodoh dan ceroboh.
Padahal, andai kita mau merenung
sejenak, kita akan menemukan bahwa sifat lupa adalah nikmat yang menakjubkan
dari Allah. Sama seperti sifat ingat yang ada pada kita. Bayangkan andai saja
Allah tak memberi sifat lupa, maka kita tak akan mampu melupakan setiap
kejadian yang kita alami sepanjang hidup. Kita akan terus ingat bagaimana kita
menjalani masa kecil.
Setiap kejadian yang
menggembirakan dan menyedihkan, setiap
orang yang kita temui, setiap tempat yang kita lewati dan kita tinggali.
Semuanya akan membekas jelas dalam ingatan kita. Karena tidak ada sifat lupa
dalam diri kita. Mungkin, hidup kita akan semakin berat.
Alhamdulillah, Allah memberikan
kita sifat lupa. Sehingga kita dapat melupakan setiap kejadian menyedihkan dalam
hidup kita. Melupakan kesalahan orang lain kepada kita, sehingga kita mudah
memaafkan mereka. Melupakan amal kebaikan yang kita lakukan, sehingga kita
tetap bisa ikhlas dan tidak riya. Dan juga, kita tidak terbebani dosa, ketika
kita melakukan kesalahan karena lupa.
“Maka nikmat manakah yang engkau
dustakan?.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar