INSPIRASI
FROM : Ar-Risalah
SABAR ITU TIDAK UPDATE STATUS
Sebenarnya sudah banyak sih
yang nasehatin agar jangan suka mengeluh di media sosial ; Facebook, Twitter,
Path, dll. Tapi bukan hal mudah memang, menahan diri tidak curhat saat ada
masalah atau mendapat musibah. Apalagi, media sosial semacam Facebook dan
Twitter itu unik. Saat nulis status, kita berasa nulis dibuku diary pribadi.
Kitapun nulis seenaknya. Padahal semua teman kita tahu, apalagi kalau di “like”
atau di “coment”, temannya teman kita ikut tahu.
Nulis curhatan di media
sosial itu tidak jauh beda seperti kamu nulis curhatan di papan tulis,
disaksikan semua teman satu kelas. Bahkan ada yang mengintip dari jendela. Malu
? jelaslah. Tapi kenapa nulis di medsos jadi beda rasanya ? entahlah, pastinya
itu hanya perasaan kita aja.
So, seperti apapun susahnya
nahan diri dari curhat di media sosial, tetaplah berusaha. Tahan sebisa
mungkin. Kenapa ? karena disinilah letak sabar. Dalam “menahan” inilah pahala
dari musibah tidak menguap. Musibah dan masalah yang kita hadapi adalah ujian.
Ada balasan pahala besar di baliknya. Dan kita tahu, balasan kesabaran itu
tidak terbatas alias sangat luas.
Nah salah satu bentuk sabar
adalah menahan diri dari mengeluh dalam bentuk apapun. Imam Ahmad jika sakit
atau tertimpa musibah tak pernah sedikitpun mengeluh atau menceritakan sakitnya
kepada orang-orang. Suatu ketika beliau ditanya, “Bagaimana keadaan mu wahai
Abu Abdullah ?”
Beliau menjawab, “ Baik
dalam keadaan afiat.” Orang itu
bertanya lagi, “ Semalam anda demam ?.”
Imam Ahmad menjawab, “Jika
sudah ku katakan bahwa aku dalam afiat, harap jangan mendesak ku mengatakan
sesuatu yang tidak aku sukai.”
Imam Ibnu Qudamah membuat
ilustrasi, musibah itu seperti pukulan dari seorang raja. Sang raja berkata
kepada seorang miskin, “aku akan memukul mu dengan pemukul kecil ini. Setiap
kali aku pukul, aku akan memberi seribu dinar (kurang lebih 2 M).” Si miskin
itupun akan senang, bukan karna tidak sakit saat dipukul tapi mengharapkan
imbalan yang lebih besar dari sakitnya pukulan.
So, tahan tangan mu. Segatal
apapun, untuk mengeluh dipapan media sosial atau kepada siapapun. Mengeluh
kepada Allah. Kau akan dapatkan jalan keluar terbaik. Bukan sekedar “Like”,
coment atau ucapan “Kasihan, sabar yaa..” dan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar