Jumat, 06 Maret 2015

Nasihat



INSPIRASI

FROM : Ar-Risalah

SABAR ITU TIDAK UPDATE STATUS

Sebenarnya sudah banyak sih yang nasehatin agar jangan suka mengeluh di media sosial ; Facebook, Twitter, Path, dll. Tapi bukan hal mudah memang, menahan diri tidak curhat saat ada masalah atau mendapat musibah. Apalagi, media sosial semacam Facebook dan Twitter itu unik. Saat nulis status, kita berasa nulis dibuku diary pribadi. Kitapun nulis seenaknya. Padahal semua teman kita tahu, apalagi kalau di “like” atau di “coment”, temannya teman kita ikut tahu.

Nulis curhatan di media sosial itu tidak jauh beda seperti kamu nulis curhatan di papan tulis, disaksikan semua teman satu kelas. Bahkan ada yang mengintip dari jendela. Malu ? jelaslah. Tapi kenapa nulis di medsos jadi beda rasanya ? entahlah, pastinya itu hanya perasaan kita aja.

So, seperti apapun susahnya nahan diri dari curhat di media sosial, tetaplah berusaha. Tahan sebisa mungkin. Kenapa ? karena disinilah letak sabar. Dalam “menahan” inilah pahala dari musibah tidak menguap. Musibah dan masalah yang kita hadapi adalah ujian. Ada balasan pahala besar di baliknya. Dan kita tahu, balasan kesabaran itu tidak terbatas alias sangat luas.
Nah salah satu bentuk sabar adalah menahan diri dari mengeluh dalam bentuk apapun. Imam Ahmad jika sakit atau tertimpa musibah tak pernah sedikitpun mengeluh atau menceritakan sakitnya kepada orang-orang. Suatu ketika beliau ditanya, “Bagaimana keadaan mu wahai Abu Abdullah ?”
Beliau menjawab, “ Baik dalam keadaan afiat.”                                                                         Orang itu bertanya lagi, “ Semalam anda demam ?.”
Imam Ahmad menjawab, “Jika sudah ku katakan bahwa aku dalam afiat, harap jangan mendesak ku mengatakan sesuatu yang tidak aku sukai.”

Imam Ibnu Qudamah membuat ilustrasi, musibah itu seperti pukulan dari seorang raja. Sang raja berkata kepada seorang miskin, “aku akan memukul mu dengan pemukul kecil ini. Setiap kali aku pukul, aku akan memberi seribu dinar (kurang lebih 2 M).” Si miskin itupun akan senang, bukan karna tidak sakit saat dipukul tapi mengharapkan imbalan yang lebih besar dari sakitnya pukulan.

So, tahan tangan mu. Segatal apapun, untuk mengeluh dipapan media sosial atau kepada siapapun. Mengeluh kepada Allah. Kau akan dapatkan jalan keluar terbaik. Bukan sekedar “Like”, coment atau ucapan “Kasihan, sabar yaa..” dan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar